Hadirnya sang pacar beroda dua mengalihkan duniaku, 3 ahri berturut-turut aku membawanya serta pergi ke kantor. Aku letih bersamanya, namun hati ini puas rasanya.Ingin rasanya ku bawa dia serta kemanapun aku pergi, bahkan ke ujung dunia sekali pun.
Rasa sayangku padanya cukup berasalasan. Aku harus berjuang keras untuk memilikinya, dua bulan gajiku pun menjadi tumbalnya. Aku berharap dia tak mengecewakanku. Karena jika itu terjadi, tak segan aku memperlakukannya seperti pelacur, menjajakannya kepada para kolektor sepeda kumbang dengan murah.
Wahai pacar, ku gowes dirimu dengan semangat, dan ku harap kau terus melaju cepat. Mari kita belah Jakarta. Kita buat orang-orang iri dengan keintiman kita. Kita buat mereka meninggalkan kuda besinya dan beralih ke kuda alumunium seperti jenismu.
0 Responses to “Kuda Alumunium”